photo 424478_647953345231307_1811157048_n_zps7643468e.jpg" /> nisa  photo 562590_647856165241025_1935494717_n_zpsd5fb5075.jpg" /> mba itiw  photo 942422_649521855074456_1767656661_n_zps5b74d315.jpg" /> iti
 photo 943065_649521841741124_707813427_n_zpsce97c803.jpg" /> mafhsa  photo 942422_649521855074456_1767656661_n_zps5b74d315.jpg" /> sa


Pages

17 Mei 2013

makalah membaca

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

    Membaca penting dalam kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, setiap aspek kehidupan melibatkan kegiatan membaca.
    Membaca merupakan tonggak belajar yang akan berlangsung seumur hidup. Karena itu, boleh jadi keterampilan membaca adalah kunci sukses  dalam pendidikan dan kehidupan yang lebih luas.
     Kemampuan membaca tidak muncul dengan sendirinya pada diri kita.Kemampuan itu dibentuk melaui latihan. Dibutuhkan cara yang tepat untuk kegiatan belajar membaca. Diperlukan stimulasi yang tepat agar mampu menangkap pesan-pesan atau  tujuan dari membaca itu sendiri.

B.    Rumusan Masalah
       1.    Apa yang dimaksud dengan hakikat membaca?
       2.    Apa tujuan  membaca?
       3.    Apa fungsi  membaca?
       4.    Bagaimana jenis-jenis membaca?

C.    Tujuan Penulisan
        1.    Untuk mengetahui hakikat membaca.
        2.    Untuk mengetahui tujuan membaca.
        3.    Untuk mengetahui fungsi membaca.
        4.    Untuk mengetahui jenis-jenis membaca.

BAB II
 PEMBAHASAN

A.    Hakikat membaca
       Membaca merupakan aktivitas atau proses penangkapan dan pemahaman sejumlah pesan (informasi) dalam bentuk tulisan. Membaca adalah kegiatan otak untuk mencerna dan memahami serta memaknai simbol-simbol sehingga merangsang otak untuk melakukan olah fikir  memahami makna yang  terkandung dalam rangkaian simbol-simbol tersebut.
        Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.(H.G Taringan, 1985:7).
Dengan demikian membaca merupakan kegiatan yang penting bagi seseorang yang ingin meningkatkan diri untuk  memperluas wawasannya.

B.    Tujuan Membaca
   Tentang tujuan membaca ini banyak rumusan yang bisa dibuat, tergantung dari mana kita melihatnya.Secara garis besar tujuan membaca itu luas sifatnya karena setiap situasi membaca mempunyai tujuan tersendiri yang bersifat spesifik. Kita ambil contoh : Si Ali membuka-buka halaman terakhir  sebuah koran Ibu Kota yang berisi lowongan pekerjaan. Ia membaca dengan tujuan untuk mendapat informasi lowongan pekerjaan diperusahaan elektronika, sesuai dengan keahliannya sebagai ahli bongkar pasang alat-alat listrik. Ayahnya, pak Broto, diteras dengan seksama mengamati perkembangan terakhir pergolakan di Timur Tengah. Beliau ingin mengetahui keputusan apa yang akan dibuat presiden Amerika Serikat setelah mengetahui kegagalan-kegagalan beruntun pertemuan para pemimpin Arab sebelumnya. Sedangkan ibunya, menunggu sang ayah membaca, untuk melihat menu masakan baru yang disajikan hari ini. Ia ingin menerapakan resep masakan yang dimuat dalam edisi hari ini.
Contoh diatas menggambarkan adanya bermacam-macam tujuan membaca untuk setiap individu, sesuai dengan kepentingan-kepentingannya masing-masing.Namun, secara umum ada penggolongan tujuan membaca ini.Sebagai contoh, seperti yang dikemukakan oleh ahli membaca Waples(1967) berikut ini. Dalam eksperimennya ia menemukan bahwa tujuan membaca itu meliputi :
1)    Mendapat alat tertentu (Instrumental effect), yaitu membaca untuk tujuan memperoleh sesuatu yang bersifat praktis, misalnya cara membuat masakan, cara membuat bola , dan sebagainya.
2)    Mendapat hasil yang berupa prestise(prestifge effect), yaitu membaca dengan tujuan ingin mendapat rasa lebih(self image) dibandingkan orang lain dalam lingkungan pergaulannya. Misalnya, seseorang akan merasa lebih bergengsi bila bacaannya majalah-majalah yang terbit diluar negeri.
3)    Memperkuat  nilai-nilai pribadi atau keyakinan, misalnya membaca untuk mendapat kekuatan keyakinan pada partai politik yang kita anut, memperkuat keyakinan agama, mendapat nilai-nilai baru dari sebuah buku filsafat, dan sebgainya.
4)    Mengganti pengalaman estetik yang sudah usang, misalnya membaca untuk tujuan mendapat sensai-sensai baru melalui penikmatan emosional bahan bacaan (buku cerita, novel, roman, biografi, dan sebagainya).
5)    Membaca untuk menghindarkan diri dari kesulitan, ketakutan, atau penyakit tertentu.
     Seperti yang telah dikemukakan diatas, pada hakikatnya tujuan membaca adalah modal utama membaca. Tujuan yang jelas akan memberikan motivasi intrinsic yang besar bagi seseorang. Seseorang yang sadar sepenuhnya akan tujuan membacanya akan dapat mengarahkan sasaran daya pikir kritisnya dalam mengolah bahan bacaan sehingga memperoleh kepuasan dalam membaca. Tujuan khusus membaca ini dapat digambarkan dengan beberapa pertanyaan berikut ini, yang bila dijawab akan menyarankan perbedaan tujuan membaca tersebut.
1)    Apakah membaca untuk mendapatkan informasi faktual?
•    Membaca untuk memperoleh informasi hangat tentang peristiwa hangat yang terjadi diseputar bumi.
•    Membaca untuk memperoleh keterangan tentang perkembangan ilmu dan penemuan-penemuan baru dibidang teknologi.
•    Membacauntuk memperoleh informasi tentang kelanjutan peristiwa kemarin. Dan sebagainya.
2)    Apakah membaca untuk memperoleh keterangan tentang sesuatu yang khusus dan bersifat problematis bagi pembaca?
•    Bagaimana cara membaca yang baik itu?
•    Apa arti kata canggih dalam beberapa bacaan ?
•    Bagaimana pendapat Prof. X tentang perkembangan pendidikan di Indonesia?
•    Mengapa orang-orang Eropa dulu berebut tanah jajahan?
3)    Apakah membaca untuk memberikan penilaian terhadap karya tulis seseorang?
•    Bagaimana pengarang mengungkapkan gagasan-gagasannya?
•    Berkompetenkah pengarang menuangkan gagasan ini?
•    Mengapa ia mengungkapakan hal ini?
•    Dari mana pengarang mengambil sumber gagasannya?
4)    Apakah membaca untuk memperoleh kenikmatan emosi semata?
•    Apakah membaca untuk tujuan memperoleh keindahan sebuah karya tulis?
•    Apakah membaca untuk tujuan memperoleh kepuasan batin?
5)    Apakah membaca untuk tujuan mengisi waktu luang saja?
    Itulah tujuan-tujuan membaca secara khusus. Sekali lagi, tujuan membaca ini akan mengarahkan pembaca kepada apa yang akan diperolehnya dari membaca sehingga kegiatan membaca yang dilakukannya berjalan lebih efektif dan efisien. Dengan tujuan yang jelas dan pasti, pembaca akan terdorong dengan sendirinya untuk secara tepat memilih apa yang menjadi keinginananya.

C.    Fungsi Membaca
    Kemampuan membaca merupakan kemampuan dasar, karena hampir semua kemampuan untuk mendapatkan informasi bergantung pada kemampuan tersebut. Kegiatan membaca mempunyai manfaat sebagai berikut:
1.    Fungsi intelektual
            Dengan banyak membaca kita dapat meningkatkan kadar intelektualitas, membina daya nalar kita. Contoh : membaca buku-buku pelajaran, karya ilmiah, tesis, skrifsi , dll. (Amir, 1996:4)
2.    Fungsi pemacu kreatifitas
            Hasil membaca kita dapat mendorong, menggerakan diri kita untuk berkarya, didukung oleh keluasan wawasan dan pemilihan kosa kata.Contoh buku ilmiah, bacaan sastra.
3.    Fungsi praktis
            Kegiatan membaca dilaksanakan untuk memperoleh pengetahuan praktis dalam kehidupan, misal : teknik memotret, cara merawat tanaman, resep membuat masakan dan minuman, dll.
4.    Fungsi religious
            Membaca dapat digunakan untuk membina dan meningkatkan keimanan, memperluas budi, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
5.    Fungsi informative
            Dengan banyak membaca bacaan, informasi lebih cepat kita dapatkan.Contoh : dengan membaca majalah dan Koran dapat kita peroleh berbagai informasi yang sangat penting atau kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari.
6.    Fungsi Rekreatif
            Membaca digunakan sebagai upaya menghibur diri, mengadakan tamasya yang mengasyikan.Contoh : novel-novel, cerita humor, karya sastra, dll.
7.    Fungsi Sosial
    Kegiatan membaca mempuyai fungsi sosial yang tinggi manakala dilaksanakan secara lisan atau nyaring. Dengan demikian, kegiatan membaca tersebut langsung dapat dimanfaatkan oleh orang lain mengarahkan sikap berucap, berbuat dan befikir. Contoh : pembacaan berita, pengumuman, dll.
8.    Fungsi pembunuh sepi
    Kegiatan membaca dapat juga dilakukan untuk sekedar merintang-rintang waktu, mengisi waktu luang.Contoh : membaca majalah, surat kabar, dll.(Amir, 1996:5)

D.    Jenis-Jenis Membaca

Jenis-jenis membaca diantaranya:
1.    Membaca nyaring
    Yaitu suatu kegiatan membaca, yang merupakan alat bagi pembaca, bersama orang lain, untuk menanggap isi yang berupa informasi, pikiran, dan perasaan seorang pengarang. Dengan kata lain, membaca nyaring adalah: proses melisankan dengan menggunakan suara, intonasi, tekanan secara tepat , serta pemahaman makna bacaan oleh pembaca.
    Manfaat membaca nyaring antara lain :Bisa memperoleh kesenangan dan memupuk keyakinan atau percaya diri,bisa menanamkan disiplin,bisa memperkaya daya khayal apabila dilakukan dalam membaca fiksi.Bisa mempertinggi pemahaman mengenai makna bacaan.
2.    Membaca dalam hati
    Yaitu kegiatan membaca yang hanya menghandalkan kemampuan fisual, pemahaman, serta ingatan dalam menghadapi bacaan tanpa mengeluarkan suara atau menggerak, gerakkan bibir.
3.    Membaca skimming, skaning atau memindai
    Yaitu membaca dengan cepat suatu bahan bacaan untuk mendapatkan kesan awal atau untuk menemukan suatu informasi yang kita cari, yang ada dalam bacaan. Membaca skimming adalah: Membaca untuk memperoleh kesan umum. Membaca skaning adalah : Membaca dengan tujuan untuk mendapatkan informasi khusus saja.
4.    Membaca intensif
    Yaitu kegiatan membaca sebuah bacaan secara telitih, dengan tujuan memahami secara rinci. Menurut H.G Tarigan Membaca intensif ialah : membaca yang dilakukan secara seksama dan merupakan suatu upaya untuk mengasah kemampuan membaca secara kritis. Menurut Brook Membaca intensif ialah telaah terinci secara pemahaman terinci terhadap suatu bacaan.Jadi, Membaca intenif ialah kegiatan membaca yang dilakukan dengan penuh seksama terhadap bahan bacaan sehingga timbul pemahaman yang tinggi.
5.    Membaca telaah isi
    Yaitu membacayang dilakukan untuk menelaah isi bacaan.Membaca telitih atau pemahaman ialah kegiatan membaca yang bertujuan untuk memperoleh pengertian atau memahami bahan bacaan secara cepat dan tepat.
    Dalam membaca pemahaman ada beberapa aspek yang diperlukan:
•     Seorang pembaca harus mempunyai kosa kata yang banyak.
•     Memiliki kemampuan menafsirkan makna kata
•     Memiliki kemampuan ide pokok
•     Memiliki kemampuan menangkap urutan peristiwa.
6.    Membaca kritis
    Yaitu kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, mendalam efektif, analisis, dan bukan ingin mencari kesalahan penulis.Dalam membaca kritis diperlukan kemampuan berfikir bersikap kritis dalam mengolah bahan bacaan. Kemampuan berfikir dan bersikap kritis meliputi :
a)    Kemampuan mengingat dan mengenali bahan bacaan.,kemampuan mengenali tokoh, bisa mengenali opini dan fakta, bisa membedakan antara fakta dan opini.
b)    Kemampuan menginterpretasi makna yang tersirat, mengenali, menafsirkan ide pokok , memahami secara kritis hubungan sebab akibat
c)    Kemampuan mengaplikasi konsep,ditandai dengan membaca petunjuk ,menerapkan konsep bacaan dalam situasi baru.
d)    Kemampuan menganalisis, menganalisis alur cerita, mengklasifikasikan fakta atau detail penunjang.
e)    Kemampuan membuat sintesis,menarik simpulan, menentukan tema bacaan  membuat singkatan.
f)    Kemampuan menilai isi bacaan, menilai sebuah bacaan diangkat dari realitas atau imajinasi pengarang, Menilai suatu pernyataan itu opini atau fakta.
7.    Membaca Cepat
    Yaitu kegiatan membaca yang dilakukan secara cepat, disertai dengan pemahaman terhadap isi bacaan. Kecepatan membaca bisa disebut kemampuan membaca .Kemampuan membaca ialah kecepatan yang dicapai pembaca berdasarkan rumus jumlah banyaknya kata dibagi dengan waktu yang diperlukan dikalikan dengan jumlah detik dalam 1 menit . Rumus Membaca Efisien ialah: pembaca yang mempunyai kecepatan membaca sesuai dengan bahan bacaan yang dihadapi dengan tujuan membacanya..
8.    Membaca Paragraf
    Yaitu satuan pengembangan terkecil, dari suatu karangan . Dalam paragrap mesti mengandung pikiran pokok atau gagasan utama  dijabarkan oleh kalimat penjelas.
•    Kalimat-kalimat yang membentuk satu paragraph itu dibagi menjadi 2 :kalimat Topik kalimat Penjelas.Kalimat Topik ialah : kalimat yang mengandung pikiran pokok paragrap. Cara-cara meletakkan kalimat topic : 1) diawal paragraf 2) diakhir paragraf 3) diawal dan akhir paragraf 4) diseluruh paragraf.
•    Cara -cara membaca paragraf atau kalimat topic : 1) dengan cara skimming dan skaning 2) informasi focus, mencari ide pokok (paragraf), mencari kata kunci (kalimat ) Kalimat Penjelas atau jabaranialah: kalimat yang mengandung isi dari jabaran pikiran pokok tersebut. Kalimat penjelas dapat berupa : uraian,rincian syarat
•    Starat paragraf : a) kesatuan b) koherensi c) penghubung paragraf metode pengembangan paragrap : 1. Umum khusus 2. Khusus umum 3. Klimaks 4. anti klimaks 5. Perbandingan 6. Analogi 7. Sebab akibat 8. Sudut pandang 9. definisi 10. Klasifikasi 11. Contoh 12. Proses.
9.    Membaca artikel
    Yaitu artikel bisa berupa opini , bisa berupa hal yang baru diperbincangkan, headline news, berupa argumentasi.
a.    Pendahuluan, latar belakang dan alasan mengapa artikel itu dibuat
b.    Batang tubuh, isi dari artikel
c.    Penutup, berupa rangkuman apa-apa yang dikemukakan, disamping itu juga memuat kesimpulan umum beserta aplikasi atau prediksi yang berkenaan dengan kesimpulan itu. Memahami Artikel yaitumenemukan pkiran pokok dengan :membaca judul dan pendahuluan dengan teliti . Cari pikiran pokok yang diuraikan dalam batang tubuh artikel. Membaca paragrafsama dengan membaca artikel yang menggunakan kegiatan membaca kritis.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Membaca merupakan aktivitas atau proses penangkapan dan pemahaman sejumlah pesan (informasi) dalam bentuk tulisan. Membaca adalah kegiatan otak untuk mencerna dan memahami serta memaknai simbol-simbol sehingga merangsang otak untuk melakukan olah fikir  memahami makna yang  terkandung dalam rangkaian simbol-simbol tersebut.
    Adapun tujuan dari membaca secara umum adalah pembaca akan dapat mengarahkan sasaran daya pikir kritisnya dalam mengolah bahan bacaan sehingga memperoleh kepuasan dalam membaca.
    Fungsi membaca diantaranya adalah menggali informasi,mempelajari ilmu pengetahuan,memperkaya pengalaman,mengembangkan wawasan,dan mempelajari segala sesuatu.
    Jenis-jenis membaca diantaranya membaca nyaring,membaca dalam hati,membaca memindai,membaca intensif,membaca telaah isi,membaca kritis,membaca cepat,membaca paragraf.
   
   
DAFTAR PUSTAKA

Nurhadi, Drs. 1987. Membaca Cepat dan Efektif. Malang. Sinar Baru algensindo
Leonhardt, Mary. 1999. 99 Cara menjadikan Anak Anda Keranjingan Membaca. Bandung. Kaifa
Adi susilo, Taufik. 2011. Belajar Calistung Itu Asyik.Yogyakarta. PT. Buku Kita
Puji santoso, dkk.2009.Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta. Universitas terbuka.
Wardhani, I Gak, dkk.2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. Universitas terbuka.
www. Republika.co.id
http://s-surya62.blogspot.com/2012/05/pengertian-jenis-dan-tujuan-membaca.html



Reaksi:

0 komentar: